>> Dalam sistem SDLC shipping inventori dibagi menjadi 6 system yaitu :
1. System planing : perencanan dalam pengiriman barang hingga barang tersebut sampai kepada konsumen.
2. System analis : menganalisin manajemen waktu dan tata cara bongkar muat barang.
3. System desain : pada shipping inventori menggunakan 2 metode yaitu metode kedatangan dan metode sortir.
4. System Selection : mengseleksi segala hal yang berkaitan dengan pengiriman barang.
5. System Implementasi : dengan menggunakan system FIFO maka barang yang masuk terlebih dahulu maka barang tersebut pula yang keluar dahulu.
>> Pada system implementasi nya shipping inventori ini dibagi dalam beberapa tahapan yaitu :
1. Pemanggilan Ekspedisi
2. Pengambilan SIPB ( surat izin pengembalian barang )
3. Antrian ekspedisi
4. Cek parts
5. Loading parts
6. Adminitrasi,
7. Dokumen shipping
>> Dan dalam mengerjakan tahapan-tahapan implementasi tersebut shipping inventori mempunyai kendala dalam system yang bisa saja terjadi namun dibalik kendala tersebut pihak shipping mempunyai cara juga dalam mengatasi kendala itu. seperti kendala-kendala dibawah ini :
1. Kendala pada PDT : Sebuah alat untuk menscan barang yang dipakai secara terus menerus mungkin saja dapat berakibat alat tersebut mudah rusak atau ngehang, untuk mengatasi hal tersebut pihak shipping inventori melakukan pengecekan secara berkala pada komponen-komponen yang diperlukan.
2. Kendala pada Ekspedisi : Tidak datangnya ekspedisi menurut jadwal dapat mengakibatkan order barang ketangan konsumen terhambat dalam hal ini pihak shipping memberikan sangsi apabila ekspedisi tersebut melakukan keterlambatan jadwal lebih dari 1 minggu.
3. Kendala pada Human Procced : Menumpuknya barang untuk dikirimkan membuat shiiping list memakan waktu disini shipping list back up / shadow.
4. Kendala pada Handling Parts : Bercampurnya barang pecah belah atau tidak pecah belah membuat pekerja harus hati-hati dalam memindah atau menumpuk barang untuk mengatasi kendala ini diberitahukan peletakan barang yang berat atau tidak pecah belah di bawah dan yang pecah belah ditumpukan atas.
5. Kendala dalam Main Power : Ketidakhadiran beberapan main power dapat memberatkan main power yang lain untuk mengatasinya maka apabila ada main power yang berhalangan hadir maka main power tersebut melakukan pemberitahuan sehari sebelumnya kecuali mendesak.
>> Jadi kesimpulannya dalam implementasi shipping inventory ini diperlukan sebuah kerjasama tim dalam mengatasi dan menjalankan tahapan-tahapan implementasi tersebut pentingnya sebuah kekompakan tim dapat menimbulkan sebuah ruang gerak yang dinamis sehingga membuat keadaan di ruang kerja tersebut dapat aman terkendali. berbagai kendala yang terjadi dalam kegiatan tersebut dapat segera diatasi apabila planing yang sudah dibuat sebelumnya sudah difikirkan secara matang dan dapat dipertanggung jawabkan untuk kedepannya.
1. System planing : perencanan dalam pengiriman barang hingga barang tersebut sampai kepada konsumen.
2. System analis : menganalisin manajemen waktu dan tata cara bongkar muat barang.
3. System desain : pada shipping inventori menggunakan 2 metode yaitu metode kedatangan dan metode sortir.
4. System Selection : mengseleksi segala hal yang berkaitan dengan pengiriman barang.
5. System Implementasi : dengan menggunakan system FIFO maka barang yang masuk terlebih dahulu maka barang tersebut pula yang keluar dahulu.
>> Pada system implementasi nya shipping inventori ini dibagi dalam beberapa tahapan yaitu :
1. Pemanggilan Ekspedisi
2. Pengambilan SIPB ( surat izin pengembalian barang )
3. Antrian ekspedisi
4. Cek parts
5. Loading parts
6. Adminitrasi,
7. Dokumen shipping
>> Dan dalam mengerjakan tahapan-tahapan implementasi tersebut shipping inventori mempunyai kendala dalam system yang bisa saja terjadi namun dibalik kendala tersebut pihak shipping mempunyai cara juga dalam mengatasi kendala itu. seperti kendala-kendala dibawah ini :
1. Kendala pada PDT : Sebuah alat untuk menscan barang yang dipakai secara terus menerus mungkin saja dapat berakibat alat tersebut mudah rusak atau ngehang, untuk mengatasi hal tersebut pihak shipping inventori melakukan pengecekan secara berkala pada komponen-komponen yang diperlukan.
2. Kendala pada Ekspedisi : Tidak datangnya ekspedisi menurut jadwal dapat mengakibatkan order barang ketangan konsumen terhambat dalam hal ini pihak shipping memberikan sangsi apabila ekspedisi tersebut melakukan keterlambatan jadwal lebih dari 1 minggu.
3. Kendala pada Human Procced : Menumpuknya barang untuk dikirimkan membuat shiiping list memakan waktu disini shipping list back up / shadow.
4. Kendala pada Handling Parts : Bercampurnya barang pecah belah atau tidak pecah belah membuat pekerja harus hati-hati dalam memindah atau menumpuk barang untuk mengatasi kendala ini diberitahukan peletakan barang yang berat atau tidak pecah belah di bawah dan yang pecah belah ditumpukan atas.
5. Kendala dalam Main Power : Ketidakhadiran beberapan main power dapat memberatkan main power yang lain untuk mengatasinya maka apabila ada main power yang berhalangan hadir maka main power tersebut melakukan pemberitahuan sehari sebelumnya kecuali mendesak.
>> Jadi kesimpulannya dalam implementasi shipping inventory ini diperlukan sebuah kerjasama tim dalam mengatasi dan menjalankan tahapan-tahapan implementasi tersebut pentingnya sebuah kekompakan tim dapat menimbulkan sebuah ruang gerak yang dinamis sehingga membuat keadaan di ruang kerja tersebut dapat aman terkendali. berbagai kendala yang terjadi dalam kegiatan tersebut dapat segera diatasi apabila planing yang sudah dibuat sebelumnya sudah difikirkan secara matang dan dapat dipertanggung jawabkan untuk kedepannya.





