Monday, March 15, 2010

Tahapan - tahapan Implementasi dalam sistem informasi

0 comments

Implementasi Sistem adalah suatu proses untuk menempatkan informasi baru kedalam operasi. Implementasi juga dapat didefinisikan untuk menempatkan suatu sistem baru ke operasi yang ada di suatu perusahaan.

Dan dalam hal ini, menurut “Whitten, Bentley & Barlow, 1993″, Implementasi Sistem informasi mempunyai 4 tahap, yaitu :

1. Membuat dan menguji basis data & jaringan.

Dalam tahapan ini penerapan sistem yang baru atau perbaikan sistem dibuat pada basis data dan jaringan yang telah ada. Jika penerapan sistem yang baru memerlukan basis data dan jaringan yang baru atau dimodifikasi, maka sistem yang baru ini biasanya harus diimplementasikan sebelum pemasangan program komputer. Dalam tahapan ini dapat dimaksudkan pula untuk memakai/memanfaatkan basisdata agar dapat mengambil dan mengolah data setelah mengkoneksikannya pada jaringan untuk dapat masing-masing komputer.

2. Membuat dan menguji program.

Dalam tahapan ini merupakan tahap pertama untuk siklus pengembangan sistem yang spesifik bagi programer. Bertujuan untuk mengembangkan rencana yang lebih rinci dalam pengembangan dan pengujian program komputer yang baru. dalam tahapan ini pula adanya kerjasama dalam penentuan program apa yang digunakan dan layak atau tidak program tersebut setelah di ujikan.

3. Memasang dan menguji sistem baru.

Setelah 2 tahapan diatas sudah dilaksanakan maka tahapan ini dilakukan untuk menyakinkan bahwa kebutuhan integrasi sistem baru telah terpenuhi hingga sistem tersebut dapat dirasakan manfaatnya.

4. Mengirim sistem baru kedalam sistem operasi.

Tujuan tahap ini adalah untuk mengubah secara perlahan – lahan sistem lama menjadi sistem baru sehingga perlu dilakukan pemasangan basis data yang akan digunakan pada sistem baru.



SUMBER :

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/4-tahapan-implementasi-sistem-informasi/

di ubah dan ditambahkan sesuai keperluan

Wednesday, March 10, 2010

Revisi SDLC

0 comments
Dibawah ini adalah salah satu SDLC Shipping inventori dari PT. AHM :

1. System Planning
Dari pengiriman barang kemudian dikonfirmasikan kebagian ekspedisi kemudian dilanjutkan ke konsumen tetap kemudian jika telah dikofirmasikan ke konsumen tetap maka bagian shipping bisa langsung ke bagian konsumen tetap.


yang di shipping adalah :
1. stock barang dus / peti
2. jumlah mobil
3. jumlah shipper / main power
4. jumlah user login

2. System Analis
Di dalam inventori perusahaan ini system analisnya berkaitan dengan manajemen waktu dan tata cara bongkar muat barang.
1. Waktu
a. waktu kedatangan ekspedisi
b. waktu keberangkatan ekspedisi
2. Bongkar dan muat barang
misalnya 1 mobil memuat hingga beberapa dus atau beberapa peti

3. System Desain
Pada perusahaan ini menggunakan 2 metode yaitu
1. Metode Kedatangan
Metode ini penggunaannya yaitu dimana sistem pengiriman barang disesuaikan dengan
jumlah stok barang yang ada.
2. Metode Sortir
Metode penggunaaanya yaitu dimana sistem pengiriman barangnya disesuaikan dengan
pemilihan misalnya per peti atau per dus dalam 1 mobil.

namun pada system desain pt ini lebih sering menngunakan metode kedatangan.

4. System Selection
Pada sistem selection ini perusahaan memiliki 3 prinsip pengiriman kepada konsumen yaitu :
1. Murah
2. Cepat
3. Mudah

5. System Implementasi
Implementasi pada pt ini menggunakan system FIFO (first in first out) dimana barang yang masuk dahulu maka barang tersebut keluar dahulu..
flow prosesnya barang dari subcont dicek lalu di alokasikan setelah ada permintaan barang maka barang tersebut baru diproses, dicek, dan dikemas sesuai permintaan, setelah selesai dialokasikan lagi maenjadi barang siap kirim sampai stocknya cukup makadikirim melalui ekspediasi yang telah di tunjuk untuk dikirim kan ke bagian shiping.
Di lanjutkan di bagian shiping barang yang sudah tiba dicek kembali dengan menggunakan software, lalu barang tersebut di scan untuk mengetahui shipping list atau kode pengiriman kemana barang itu akan dikirim, berikut alur jalannya system menurut banyaknya barang.

Per Dus :
Barang dicek menggunakan alat PDT ==> scan ==> tampil dishipping list.

Per Peti :
Scan peti ==> jumlah dus setiap main dealer ==> jumlah mobil / main dealer ==> pemanggilan ekspedisi ==> main dealer.

6. System Maintence.
Dari implementasi diatas apabila ada kesalahan secara system itu dapat segera diperbaiki namun apabila terjadi kesalahan secara aset maka itu dapat diperbaiki secara berkala. claim dari main dealer biasanya ketidak sesuaian barang yang sudah dikirim oleh shipping namun itu bisa langsung diperbaiki oleh perusahaan.
 

blog ku Design by Insight © 2009