Friday, February 26, 2010

SDLC ( system development life cycle )

0 comments
SDLC didefinisikan oleh Departemen Kehakiman AS sebagai sebuah proses pengembangan software yang digunakan oleh systems analyst, untuk mengembangkan sebuah sistem informasi. SDLC mencakup kebutuhan (requirement), validasi, pelatihan, kepemilikan (user ownership) sebuah sistem informasi yang diperoleh melalui investigasi, analisis, desain, implementasi, dan perawatan software. Software yang dikembangkan berdasarkan SDLC akan meng hasilkansistem dengan kualitas yang tinggi, memenuhi harapan penggunanya, tepat dalam waktu dan biaya, bekerja dengan efektif dan efisien dalam infrastruktur teknologi informasi yang ada atau yang direncanakan, serta murah dalam perawatan dan pengembangan lebih lanjut. SDLC merupakan pendekatan sistematis untuk memecah kan masalah yang terdiri dari beberapa tahapan.
SDLC berfungsi untuk menggambarkan tahapan-tahapan utama dan langkah-langkah dari setiap tahapan yang secara garis besar terbagi dalam tiga kegiatan utama, yaitu :
a. Analysis
b. Design
c. Implementation

Dibawah ini adalah salah satu SDLC Shipping inventori dari PT. AHM :

1. System Planning
Dari pengiriman barang kemudian dikonfirmasikan kebagian ekspedisi kemudian dilanjutkan ke konsumen tetap kemudian jika telah dikofirmasikan ke konsumen tetap maka bagian shipping bisa langsung ke bagian konsumen tetap.


yang di shipping adalah : 1. stock barang dus / peti
2. jumlah mobil
3. jumlah shipper / main power
4. jumlah user login

2. System Analis
Di dalam inventori perusahaan ini system analisnya berkaitan dengan manajemen waktu dan tata cara bongkar muat barang.
1. Waktu
a. waktu kedatangan ekspedisi
b. waktu keberangkatan ekspedisi
2. Bongkar dan muat barang
misalnya 1 mobil memuat hingga beberapa dus atau beberapa peti

3. System Desain
Pada perusahaan ini menggunakan 2 metode yaitu
1. Metode Kedatangan
Metode ini penggunaannya yaitu dimana sistem pengiriman barang disesuaikan dengan
jumlah stok barang yang ada.
2. Metode Sortir
Metode penggunaaanya yaitu dimana sistem pengiriman barangnya disesuaikan dengan
pemilihan misalnya per peti atau per dus dalam 1 mobil.

4. System Selection
Pada sistem selection ini perusahaan memiliki 3 prinsip pengiriman kepada konsumen yaitu :
1. Murah
2. Cepat
3. Mudah

5. System Implementasi
Dengan menggunakan software, barang yang datang di scan untuk mengetahui shipping list atau kode pengiriman kemana barang itu akan dikirim, berikut alur jalannya system menurut banyaknya barang.

Per Dus :
Barang dicek menggunakan alat PDT ==> scan ==> tampil dishipping list.

Per Peti :
Scan peti ==> jumlah dus setiap main dealer ==> jumlah mobil / main dealer ==> pemanggilan ekspedisi ==> main dealer.

6. System Maintence.
Dari implementasi diatas apabila ada kesalahan secara system itu dapat segera diperbaiki namun apabila terjadi kesalahan secara aset maka itu dapat diperbaiki secara berkala. claim dari main dealer biasanya ketidak sesuaian barang yang sudah dikirim oleh shipping namun itu bisa langsung diperbaiki oleh perusahaan.
 

blog ku Design by Insight © 2009